Menopause adalah haid terakhir pada wanita, yang juga sering diartikan sebagai berakhirnya fungsi reproduksi seorang wanita. Namun agar jangan sampai mengalami menopause dini, tentu saja harus dijaga dan dicegah hal-hal yang dapat berakibat terjadinya masa menopause yang lebih awal. Meski perubahan terjadi juga pada hormon lainnya, seperti progesteron, tetapi perubahan yang mempengaruhi langsung kondisi fisik tubuh maupun organ reproduksi, juga psikis adalah perubahan hormon estrogen. Selain pada keadaan fisik timbul beberapa keluhan psikologis yang kerap kali muncul pada wanita menopause.menopausemenopause

Pada sebagian besar wanita, menopause terjadi antara umur 50-55 tahun dan rata-rata pada umur fifty one tahun, tetapi sebagian wanita mencapai menopausenya pada dasawarsa keempat, sementara sebagian kecil mungkin masih mengalami haid hingga mereka berumur 60 tahunan (Hacker, Neville F. 2001 : 589). Dan untuk mendapatkan hubungan seksual yang tetap harmonis pada usia fifty one tahun, selain mengonsumsi buah-buahan seperti jus pepaya atau jus bengkuang misalnya, beberapa kelompok olahraga usia lanjut di berbagai kota membuktikan pulihnya otot-otot dan hormon perempuan tersebut (Siswono 2001).menopause

Gejala-gejala psikologis pada masa menopause adalah perasaan murung, kecemasan, irritabilitas dan perasaan yang berubah-ubah, labilitas emosi, merasa tidak berdaya, gangguan daya ingat, konsentrasi berkurang, sulit mengambil keputusan, merasa tidak berharga (Glasier dan Gebbie 2006). Semakin panjang masa produksi hormon estrogen, ini maka akan semakin mungkin datangnya masa menopause dihambat. Faktor yang juga mempengaruhi menopause lebih awal bisa dikarenakan konsumsi yang sembarangan.

Secara umum, perempuan akan kehilangan massa tulangnya antara forty-60 persen, lebih besar dibanding pria. Aksi peristiwa ini mengakibatkan peningkatan FSH menjadi menetap, yang dapat menjadi tanda bahwa menopause sudah dekat (Thompson 2003). Menurut Takesihaeng (2000) masa menopause adalah keadaan dimana seseorang berhenti dari masa haidnya selamanya. Rasa panas ini sering diikuti timbulnya warna kemerahan pada kulit dan berkeringat.

Masa pramenopause, menopause dan pascamenopause dikenal sebagai masa klimakterium sedangkan keluhan-keluhan yang terjadi pada masa tersebut disebut sebagai sindroma klimakterik (Camellia 2008). Dengan berkurangnya estrogen pada saat menopause maka tubuh wanita menjadi rentan terhadap risiko penyakit jantung. Sebenarnya secara linguistik, istilah yang lebih tepat adalah menocease yang berarti berhentinya masa menstruasi. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara umur pertama mendapat haid pertama dengan umur sewaktu memasuki menopause. Akibat perubahan organ reproduksi maupun hormon tubuh pada masa menopause mempengaruhi berbagai keadaan fisik tubuh seorang wanita.